Langsung ke konten utama

Jarak Menyuruh Menunggu

Aku selalu menunggu untuk bisa bertemu
Aku menunggu waktu dari hitungan hari menjadi beratus hari
Aku terus menunggu hingga tangis tak sanggup lagi kutahan
Ketika air mata jatuh bukan tanpa alasan tapi rindu

Berdoa Tuhan ringankan rasa yang semakin hari semakin menjadi
Tapi kutahu semuanya tak mengurangi hanya saja membuatku lebih kuat
Jika saja jarak tak menyakiti lebih dari ini
Jika saja jarak tak kejam seperti ini
Mungkin lukaku tak terlalu sulit dicarikan obat penawarnya

Mengingat setiap senyum yang sering kupandang
Memandangi sekitar tapi yang bertemu tetaplah rindu
Rasa yang tak mungkin dihilangkan tanpa penawar
Pertemuan yang diharapkan belum bisa terjadi secepat apapun yang diinginkan

Aku merindu dengan terisak tanpa suara
Merindu dengan diam dan terbata
Menanti waktu lebih cepat berlalu
Terus menunggu untuk pertemuan nyata
Jarak terus menyuruhku untuk menunggu

Tuhan aku ingin pulang... sungguh ingin pulang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Surga dan IELTS Tercinta, Caroot Move On

My sophisticated course Disudut sebuah cafe kecil dikampung inggris dimana memori tentang kita perlahan berkumpul bersama dengan alunan lagu. Aku ingin bercerita tentang rasa, pelajaran dan mimpi yang terjalin erat bersamaan dengan kata cinta juga perpisahan. Aku menuliskan semua yang ingin kutuang kedalam sebuah prasa yang mungkin orang menganggapnya biasa, seandainya kalian tahu aku terhanyut didalamnya bersama waktu. Mari kita mulai dengan pertemuan pada tahun lalu diakhir April 2015. Ini cerita tentang pertemuan didalam edukasi non formal. Aku adalah fresh graduate yang tengah dalam masa transisi menjadi pengangguran baru. Aku berusaha mencari pekerjaan namun tidak ada yang sesuai dengan keinginan , kemudian aku berhenti. Kecintaan yang akhirnya mendukungku untuk berpindah mencari ilmu yang sudah lama ingin kukuasai, English. Aku punya mimpi kecil melanjutkan pendidikanku keluar negeri dan aku butuh kemampuan bahasa inggris yang mumpuni. Dan disinilah mimpi itu mul...

Surat Cinta Untuk Papa Zalnif dan Mama Usmiarti

5 September 2016  Kepada YTH,                                                                                                               Bapak Zalnif dan Ibu Usmiarti Di tempat Dengan Hormat, Melalui surat ini saya anak tengah kalian ingin menyampaikan banyak terimakasih kepada bapak dan ibu karena telah menjadi orang tua saya. Apabila diluar sana kebanyakan orang-orang seusiaku berkata hadiah yang paling indah adalah pe...

A Message For You

There was a time when i sat alone I thought about you and me; us. I loved to be around your arm and companion. I enjoyed the time we spent together, days, weeks and months. You were my best friend and my diary’s partner. I never thought I would lose you, no difference with others. Unfortunately, I lost (again). I was hurting, i spent countless nights to think “what did i do wrong? did i hurt you a lot? did i deserve this?” I waited for you till I understood that you didn’t want me anymore. I thought you would never come back. I was blaming myself, so I keep my distance to people around me. Just in case, I would probably hurt someone again and lose them. I can’t afford to be with anyone if what i see is “lose”.  Then after long story with silent. You’ve found me, the girl in frame. She was thrilled because she thought that she’s invisible all this time. She’s overwhelmed but she keeps thinking a lot.  She loved you so deeply with her heart as her bestie, partner and everything....