Langsung ke konten utama

Aku Hanya Akan Merindukanmu

Sepertinya waktuku hampir habis. 
Ini adalah minggu terakhir aku berada didekatmu tidak banyak yang bisa kuceritakan karena dari awal aku hanya akan berada dibelakangmu. Sudah aku yakinkan diriku dari awal aku hanya akan datang untuk berada disekitarmu. Aku tidak memiliki banyak kenangan ataupun kisah panjang yang bisa kuceritakan ulang. Hari-hari berlalu begitu saja hingga akhirnya aku sadari waktu ini sudah akan sampai diujung pisah dan waktunya kembali.

Aku merindukanmu, itu benar.
Seandainya aku berada diposisi yang lebih baik dari ini mungkin tidak akan ada diam seribu bahasa dari sikap dan bibir masing-masing. Aku tidak akan menyesali sikap ataupun hadirnya diam diantara raut muka lelah. Aku mengakui rindu hanya saja aku tidak bisa berlaku lebih karena aku bukan siapa-siapa disini. Keseharian membuatku terbiasa tanda tanya dikepala hanya akan hilang begitu saja tanpa jawaban. Semuanya berlalu begitu saja.

Aku ingin mengakui banyak hal, aku ingin bertanya banyak hal, aku ingin berharap pada bait-bait kata yang mungkin bisa kita rangkai bersama. Aku berjanji akan memelukmu lebih lama jika aku bisa menahan diriku disini. Aku terlalu takut untuk menatapmu jika pada akhirnya yang terlihat dalam bukanlah diriku, mungkin saja disana sudah tidak ada aku. Sebutan untuk menunggu sambil merindu membuatku mulai berkaca pada diri sendiri. Semakin banyak kemungkinan yang terus menghantui dipenghujung malam. Aku berandai-andai sendirian tetapi aku tidak bisa menerka diam.

Ada yang tidak selesai dengan sebuah kisah. Kisah seseorang yang sedang menunggu dan seseorang yang ditunggu, mereka terlalu diam dengan banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Semua akan kembali seperti semula. Tidak ada kisah bersambung ataupun berakhir disini. Aku tidak akan menagih apapun setelah tidak melihatmu disekelilingku lagi. Waktu memberikan aku kesempatan yang sebentar ini untuk menemukanmu kembali. Sepertinya aku terlalu terbawa dengan perasaan dan menikmatinya sendiri.

Semuanya akan berjalan seperti biasa , kamu akan berjalan dengan dirimu saja begitu juga aku. Dan pada akhirnya, Aku hanya akan merindukanmu, itu saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Surga dan IELTS Tercinta, Caroot Move On

My sophisticated course Disudut sebuah cafe kecil dikampung inggris dimana memori tentang kita perlahan berkumpul bersama dengan alunan lagu. Aku ingin bercerita tentang rasa, pelajaran dan mimpi yang terjalin erat bersamaan dengan kata cinta juga perpisahan. Aku menuliskan semua yang ingin kutuang kedalam sebuah prasa yang mungkin orang menganggapnya biasa, seandainya kalian tahu aku terhanyut didalamnya bersama waktu. Mari kita mulai dengan pertemuan pada tahun lalu diakhir April 2015. Ini cerita tentang pertemuan didalam edukasi non formal. Aku adalah fresh graduate yang tengah dalam masa transisi menjadi pengangguran baru. Aku berusaha mencari pekerjaan namun tidak ada yang sesuai dengan keinginan , kemudian aku berhenti. Kecintaan yang akhirnya mendukungku untuk berpindah mencari ilmu yang sudah lama ingin kukuasai, English. Aku punya mimpi kecil melanjutkan pendidikanku keluar negeri dan aku butuh kemampuan bahasa inggris yang mumpuni. Dan disinilah mimpi itu mul...

Surat Cinta Untuk Papa Zalnif dan Mama Usmiarti

5 September 2016  Kepada YTH,                                                                                                               Bapak Zalnif dan Ibu Usmiarti Di tempat Dengan Hormat, Melalui surat ini saya anak tengah kalian ingin menyampaikan banyak terimakasih kepada bapak dan ibu karena telah menjadi orang tua saya. Apabila diluar sana kebanyakan orang-orang seusiaku berkata hadiah yang paling indah adalah pe...

A Message For You

There was a time when i sat alone I thought about you and me; us. I loved to be around your arm and companion. I enjoyed the time we spent together, days, weeks and months. You were my best friend and my diary’s partner. I never thought I would lose you, no difference with others. Unfortunately, I lost (again). I was hurting, i spent countless nights to think “what did i do wrong? did i hurt you a lot? did i deserve this?” I waited for you till I understood that you didn’t want me anymore. I thought you would never come back. I was blaming myself, so I keep my distance to people around me. Just in case, I would probably hurt someone again and lose them. I can’t afford to be with anyone if what i see is “lose”.  Then after long story with silent. You’ve found me, the girl in frame. She was thrilled because she thought that she’s invisible all this time. She’s overwhelmed but she keeps thinking a lot.  She loved you so deeply with her heart as her bestie, partner and everything....